You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Demangrejo
Kalurahan Demangrejo

Kap. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Demangrejo -- Perjuangan Bangsa Indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir. Mari kita perjuangkan bersama Indonesia adil dan sejahtera. Dirgahayu Indonesia! .

Ki Adi Karyono: Menikmati Seni Jawa di Usia Senja

UGM 09 Agustus 2023 Dibaca 945 Kali
Ki Adi Karyono: Menikmati Seni Jawa di Usia Senja

Ki Adi Karyono, atau lebih sering dipanggil Mbah Adi merupakan seorang seniman senior jawa yang berasal dari Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta tepatnya di Padukuhan Demangan Kalurahan Demangrejo. Di usianya yang sudah tidak muda lagi bahkan sudah menginjak kepala delapan, tubuhnya masih tegap, jalannya masih lincah dan gaya bicaranya masih canthas dalam istilah jawa yang artinya masih jelas mudah didengar dan mudah dipahami. 

Ketertarikannya dalam bidang seni jawa sudah dimulai sejak kecil, di usianya yang masih sepuluh tahun beliau sudah berkecimpung didunia seni jawa hingga saat ini seni jawa yang telah membawanya berkelana kemana-mana dan menjadi penghidupannya. Sejak tahun 2013, beliau menaruh ketertarikan dengan dunia pedalangan hingga pada akhirnya beliau memutuskan untuk mengikuti sekolah pedalangan Habiranda yang terletak tidak jauh dari area keraton Yogyakarta pada tahun 2014. Meskipun usianya sudah tidak lagi muda namun semangatnya dalam belajar tidak kalah dengan generasi muda hingga pada akhirnya beliau lulus dari sekolah pada tahun 2016.

Saat ini hampir semua alat musik gamelan karawitan beliau kuasai kecuali suling dan rebab. “Kula nggih nyrambah, ning namung suling kalian rebab mboten saged” ungkapnya pada saat kami datang mewawancarai beliau di kediamannya yang artinya dalam Bahasa Indonesia bahwa beliau semuanya (alat musik gamelan jawa) bisa memainkannya, hanya saja suling dan rebab beliau tidak bisa memainkan. Dari kesenian jawa inilah yang kemudian telah membawa beliau pentas di mana-mana baik lokalan maupun hingga ke Jakarta. Selain seni karawitan dan wayang beliau juga menggemari seni ketoprak yang sering tampil di lokalan sekitar daerahnya. Untuk menyalurkan kegemarannya dalam seni Jawa ini beliau tergabung dalam sebuah perkumpulan paguyuban yang bernama paguyuban “Cokro Kembang”, merupakan paguyuban yang mewadahi para penggiat seni jawa yang sesekali melakukan pentas kemana-mana. 

Selain dalam berkesenian, beliau juga turut andil dalam melestarikan busana adat jawa khususnya surjan dan blangkon. Surjan buatannya bahkan sampai mendapat pesanan dari kraton Yogyakarta. “Sebagian dapat pesanan dari keraton, dan kita banyak belajar dari sana” ungkapnya saat diwawancarai mengenai usahanya dalam pembuatan kain surjan. Sementara untuk blangkonnya beliau bekerja sama dengan seorang pengrajin blangkon jogja yang Bernama Wagimin sejak tahun 1980 an.

 

Gambar Pak Adi Bersama Koleksi Wayang dan Piagam Penghargaannya (Sumber: Dokumentasi KKN-PPM UGM 2023)

Sebagai seniman yang sudah sejak lama menggeluti seni jawa, prestasi beliau sudah tidak dapat diragukan lagi. Yang terbaru, beliau mendapatkan penghargaan secara langsung dari bupati Kulonprogo sebagai pelestari budaya atau penggiat seni dari kabupaten Kulonprogo pada tahun 2022. Prestasi lain yang pernah beliau capai diantaranya seperti juara 2 lomba macapat di kabupaten Kulonprogo pada tahun 2012 dan juara harapan 1 lomba tembang jawa di gembira loka pada tahun 2013.

Para pemuda semoga bisa melestarikan budaya jawa yang ada. Di Jogja sekarang tempat berlatih sangat banyak sekali seperti misalnya SMKI, ISI dan lain-lain supaya bisa melestarikan budaya jangka Panjang. Tapi karena anak sekolah, kesibukannya banyak sehingga tidak bisa memaksakan hanya sesenggangnya saja” begitulah tutur Mbah Adi sebagai pesan untuk para generasi muda agar tetap melestarikan budaya. Dalam kehidupan keluarga Mbah Adi sendiri, darah seniman jawanya juga turut mengalir dan diajarkan kepada anak cucunya seperti salah satu anaknya yang bernama Pak Narto yang mewarisi keahliannya dan meneruskan usahanya sebagai pengrajin surjan. Selain itu yang lebih membuat mbah Adi bersyukur lagi, salah satu cucunya saat ini sedang menempuh Pendidikan tinggi di kampus ISI Yogyakarta mengambil jurusan karawitan. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi beliau mengetahui anak cucunya ada yang mewarisi bakatnya dan bisa menjadi generasi penerus berikutnya. Karena sejatinya seni selalu melekat pada diri manusia dari suku manapun tak terkecuali Suku Jawa.

Artikel ini ditulis oleh Aan Susiyani (KKN- PPM UGM 2023)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image