You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Demangrejo
Kalurahan Demangrejo

Kap. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Demangrejo -- Perjuangan Bangsa Indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir. Mari kita perjuangkan bersama Indonesia adil dan sejahtera. Dirgahayu Indonesia! .

Rahasia Sukses Desa Demangrejo: Membongkar Potensi Emas Pertanian Bawang Merah

UGM 10 Agustus 2023 Dibaca 717 Kali
Rahasia Sukses Desa Demangrejo: Membongkar Potensi Emas Pertanian Bawang Merah

Pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan urbanisasi, sektor ini masih menjadi tulang punggung banyak masyarakat di wilayah pedesaan. Salah satu desa yang menunjukkan potensi luar biasa dalam pertanian adalah Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo. Desa ini terkenal dengan produk unggulannya yaitu bawang merah. Melalui wawancara dengan Pak Samiran, seorang petani berpengalaman di Desa Demangrejo, kita dapat menggali lebih dalam tentang potensi serta tantangan yang dihadapi dalam pertanian bawang merah di desa ini.

Bapak Samiran, yang telah aktif bertani bawang merah selama sekitar 10 tahun, menjadi sumber berharga dalam mengungkap potensi pertanian di Desa Demangrejo. Beliau menjelaskan bahwa bawang merah telah menjadi produk unggulan desa ini. Setiap bulan Agustus, hampir seluruh petani di desa ini menanam bawang merah di lahan mereka. Benih bawang merah jenis Thailand, yang dikirim dari Nganjuk, Jawa Timur, menjadi bahan dasar penanaman. Adapun proses dari penanaman hingga panen bawang merah memakan waktu sekitar 60 hari. 

Tidak hanya menjadi penghasilan utama bagi petani di Desa Demangrejo, bawang merah juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian desa. Harga bawang merah yang dijual saat ini mencapai Rp 25,000 per kilogram. Bahkan, pada tahun 2022, Desa Demangrejo berhasil meraih prestasi panen raya bawang merah di Bulak Srikayangan dengan hasil penjualan mencapai kisaran Rp18,40 miliar dari lahan seluas 60 hektar.

Meskipun memiliki potensi yang besar, pertanian bawang merah di Desa Demangrejo masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah serangan hama dan penyakit. Hama ulat grayak dan jamur menjadi dua masalah utama yang kerap mengancam hasil panen bawang merah. Selain itu, risiko banjir juga menjadi ancaman serius terutama saat musim hujan. Dalam menghadapi masalah banjir, para petani di Desa Demangrejo telah mengambil tindakan dengan menggunakan pompa listrik untuk mengeluarkan air dari lahan pertanian. Sementara itu, untuk mengatasi masalah hama dan penyakit, para petani telah melakukan berbagai upaya pengendalian. Mereka menggunakan perangkap lengket, cahaya, dan pestisida sebagai cara untuk melawan hama ulat grayak dan jamur. Namun, penggunaan pestisida menghadirkan masalah baru seperti timbulnya ketahanan hama terhadap pestisida dan penurunan kesuburan tanah.

 

Gambar Pertanian Bawang Merah Bapak Samiran (Sumber: Dokumentasi KKN-PPM UGM 2023)

Dalam menghadapi tantangan tersebut, para petani di Desa Demangrejo terus berupaya mencari solusi yang berkelanjutan. Pada pertemuan musyawarah kelompok tani pada Juli 2023, para petani secara kompak setuju untuk menerapkan jeda penanaman saat pergantian musim tani. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman. Selain itu pada bulan yang sama, mahasiswa KKN-PPM UGM juga telah mengadakan sosialisasi tentang berbagai metode pengendalian hama ulat grayak melalui pendekatan hayati yang disampaikan oleh narasumber dari Fakultas Biologi UGM. Harapannya, kerja sama dan solidaritas di antara para petani ini akan membawa dampak positif yang lebih besar sehingga dapat lebih meningkatkan produktivitas pertanian bawang merah di Desa Demangrejo, serta memberikan contoh bagi para petani lainnya dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, negara yang kita cintai.

Artikel ini ditulis oleh Shiddharta Arya (KKN- PPM UGM 2023)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image